Follow Me on Twitter

Friday, April 22, 2011

Kembali ke pangkuan Al-Quran

Pahit manis di perantauan
Cabaran datang menguatkan diri
Kembali ke pangkuan al-Quran
Begitulah tajuk khutbah diberi

ewah! Dah macam blog TehRamuan :D

Ok, khutbah yang dibacakan pada sebelum solat Jumaat hari ini adalah berkisar tentang al-Quran sebagai panduan dan jalan penyelesaian kepada masalah-masalah yang sedang berlaku masa kini. Penerangan diperkuatkan lagi dengan adanya ayat-ayat al-Quran disertakan dalam isi khutbah.

Antaranya:

Al-Quran sebagai sumber peraturan

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlumba-lumbalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”
al-Ma’idah : 48

Al-Quran sebagai petunjuk

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
al-A’raaf : 52

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”
Yusuf : 111

Al-Quran anjur jalan penyelesaian

Contoh: Elak fitnah

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
an-Nisa’ : 59

Bagaimana untuk kembali ke pangkuan al-Quran?

Isi khutbah hanya menyebut secara umum, antaranya dengan menganjurkan klinik-klinik bacaan al-Quran. Tetapi pada pandangan aku, adalah lebih baik jika pemahaman terhadap isi kandungan al-Quran ditekankan secara khusus, iaitu dengan membaca al-Quran berserta terjemahan dan belajar tafsiran ayatnya.

“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al Quran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.”
Ali Imran : 7

Oleh demikian, al-Quran dapat difahami malah dibaca dengan tertib dan bukan sekadar mengalunkan lagu. Antaranya merasakan keagungan Allah di saat kita menyebut-Nya, merasakan ketakutan di saat membaca ayat larangan dan azab-Nya, serta merasakan harapan di saat membaca ayat mengandungi janji-Nya. Dengan itu, hidup kita sentiasa dalam ditunjangi al-Quran.